Membongkar makam lama untuk dikremasi: kotak abu atau dilarung
Kenapa keluarga memilih mengkremasi makam lama, izin apa yang diperlukan untuk membongkarnya, bagaimana kerangka diangkat dan dikremasi, dan apa yang perlu diurus untuk tiap pilihan setelahnya.

Ini pilihan yang semakin sering diambil keluarga yang makam orang tuanya di TPU habis masa perpanjangannya, atau yang tidak lagi tinggal di kota yang sama. Alih-alih membeli kavling tanah baru, kerangka dari makam lama dikremasi, lalu abunya ditempatkan di tempat yang lebih dekat, atau dilarung.
Rangkaiannya menggabungkan dua urusan yang biasanya terpisah: pembongkaran makam dan kremasi. Halaman ini menjelaskan urutannya, dan apa yang berbeda untuk tiap pilihan setelah kremasi.
Kenapa keluarga memilih ini
Alasan yang paling sering kami dengar bukan soal biaya, walaupun itu ikut dipertimbangkan.
- Tidak ada lagi yang harus diperpanjang atau dirawat. Petak TPU harus diperpanjang berkala, dan sebagian memorial park memungut perawatan tahunan. Kotak abu jauh lebih ringan urusannya, dan larung menutup urusan itu sama sekali.
- Lebih dekat dengan keluarga yang berziarah. Kolumbarium ada di dalam kota, dan abu bisa ikut pindah bila keluarga pindah lagi.
- Menyatukan beberapa leluhur. Makam yang tersebar di TPU berbeda bisa disatukan dalam satu ruang kolumbarium keluarga, sesuatu yang dengan tanah makam memerlukan kavling luas.
- Wasiat atau keyakinan. Sebagian almarhum semasa hidup ingin dikremasi, tetapi saat itu keluarga belum siap.
Satu hal yang perlu disepakati sejak awal: kremasi tidak bisa dibatalkan, dan larung lebih-lebih lagi. Pastikan semua ahli waris sepakat sebelum surat pertama diajukan.
Izin membongkar makam
Izin bongkar tidak berbeda dengan pindah makam biasa. Yang mengeluarkannya adalah dinas pertamanan dan pemakaman bila makam di TPU, atau pengelola memorial park bila di sana. Keduanya meminta IPTM atau sertifikat kavling lebih dulu, karena itulah bukti siapa yang berhak memutuskan.
Bedanya, di pengajuan ini disebutkan bahwa tujuannya krematorium, bukan makam lain. Pengelola menerbitkan surat pengantar yang nanti diminta krematorium, bersama akta kematian almarhum.
Untuk makam yang sudah puluhan tahun, akta kematian sering tidak pernah dibuat. Yang ada biasanya surat kematian lama dari kelurahan atau rumah sakit. Umumnya masih diterima, tetapi sebutkan sejak awal supaya krematorium bisa memastikannya sebelum hari kremasi.
Pengangkatan kerangka
Hari pembongkaran ditentukan bersama keluarga dan pemuka agama. Sebagian keluarga mengadakan doa sebelum makam dibuka, sebagian memilih tanggal tertentu menurut penanggalan.
Petugas menggali sampai peti lama, lalu mengangkat kerangka dan memasukkannya ke kantong jenazah atau wadah kremasi. Pada makam yang belum terlalu lama, jenazah mungkin belum sepenuhnya menjadi kerangka, dan petugas menanganinya dengan peti baru. Keluarga boleh hadir, tetapi banyak yang memilih menunggu di luar dan baru mendekat setelah wadah tertutup.
Dari sini wadah diangkut langsung ke krematorium. Jadwal pembongkaran dan jadwal krematorium sengaja disamakan supaya kerangka tidak menunggu lama di antara keduanya.
Kremasi
Kremasi kerangka berjalan lebih singkat daripada kremasi jenazah utuh, dan doa bisa diadakan di krematorium sebelumnya. Abu diserahkan kepada keluarga di hari yang sama dalam guci, bersama sertifikat kremasi.
Simpan sertifikat itu baik-baik. Semua pilihan setelah ini memintanya.
Setelah kremasi: tiga pilihan
Ini bagian yang perlu diputuskan sebelum hari kremasi, karena tiap pilihan punya urusannya sendiri.
Ditempatkan di kolumbarium. Ruang kotak abu dipesan lebih dulu di rumah abu pilihan keluarga, dan pengelola memberi surat izin atau bukti pemesanan. Setelah kremasi, guci ditempatkan dengan upacara bila diinginkan, dan keluarga menerima bukti hak atas ruangnya. Yang perlu dicek saat memilih: jarak gedung dari rumah keluarga, dan tingkat rak yang tersedia. Daftar rumah abu yang kami layani ada di halaman lokasi.
Dibawa pulang. Paling sederhana urusannya, karena tidak ada pengelola dan tidak ada surat lanjutan. Yang perlu dipikirkan adalah siapa yang menyimpan bila keluarga nanti berpencar, dan guci yang layak untuk jangka panjang. Sertifikat kremasi tetap disimpan, karena diperlukan bila suatu hari abu dipindahkan ke kolumbarium atau dibawa ke luar negeri.
Dilarung ke laut. Dijadwalkan terpisah beberapa hari setelah kremasi, menyesuaikan cuaca dan ketersediaan perahu. Keluarga naik perahu bersama pemuka agama bila diinginkan, dan abu dilarung di titik yang disepakati dengan pengelola dermaga. Sebagian dermaga meminta pemberitahuan atau izin ke syahbandar. Sertifikat kremasi ikut dibawa.
Sebagian keluarga menggabungkannya: sebagian abu di kolumbarium, sebagian dilarung.
Dokumen yang diminta
- IPTM atau bukti hak atas makam lama
- Akta kematian atau surat kematian almarhum
- KTP dan KK ahli waris
- Surat kuasa ahli waris, bila yang mengurus bukan ahli waris langsung
- Surat pengantar kremasi dari pengelola makam lama
- Surat izin atau bukti pemesanan ruang dari pengelola kolumbarium, bila abu akan ditempatkan di sana
- Sertifikat kremasi, terbit setelah kremasi, diminta pengelola kolumbarium atau dibawa saat larung
Komponen biayanya
Besarannya bergantung pada tempat makam lama, krematorium yang dipakai, dan pilihan setelahnya. Komponennya:
- Izin dan administrasi dinas atau pengelola makam lama
- Tenaga pembongkaran dan penggalian
- Kantong jenazah atau wadah kremasi
- Pengangkutan ke krematorium
- Kremasi dan guci abu
- Upacara dan pemuka agama
- Kotak abu atau ruang kolumbarium, bila pilihannya kolumbarium
- Perahu dan pengangkutan ke dermaga, bila pilihannya larung
Dari daftar itu, ruang kolumbarium biasanya yang terbesar, dan itu pula yang paling bisa dipilih tingkatannya.
Kalau ingin kami yang urus
Skenario ini, bersama empat skenario relokasi lainnya, ada di halaman relokasi. Untuk perinciannya, isi formulir relokasi di Makam123 dengan lokasi makam lama, pilihan setelah kremasi, dan foto IPTM. Perincian item dan totalnya kami kirim lewat email dan WhatsApp dalam sehari kerja.